Narasumber AI Surakarta untuk Mengubah AI Menjadi Keterampilan Kerja
Artificial Intelligence berkembang sangat cepat.
Tetapi ada satu pertanyaan yang jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti perkembangan teknologinya:
“Apa yang bisa kita lakukan dengan AI?”
Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan bagi sekolah, perguruan tinggi, pelaku usaha, profesional, hingga perusahaan di Surakarta.
Sebab AI bukan lagi sekadar topik teknologi.
AI mulai memengaruhi bagaimana seseorang mencari informasi, membuat konten, melakukan analisis, menyusun dokumen, melakukan pemasaran, bahkan mengambil keputusan.
Karena itu, Narasumber AI Surakarta dapat mengambil peran bukan hanya sebagai pembicara yang menjelaskan teknologi, tetapi sebagai fasilitator yang membantu peserta memahami bagaimana AI diterapkan pada kebutuhan nyata.

AI Mengubah Cara Kita Bekerja
Perubahan akibat AI sering kali tidak terlihat dalam bentuk yang dramatis.
Tidak selalu berupa robot atau mesin otomatis.
Kadang bentuknya jauh lebih sederhana.
Seorang marketing yang sebelumnya membutuhkan waktu dua jam untuk menyusun beberapa konsep konten, kini dapat menggunakan AI untuk membantu tahap brainstorming.
Seorang guru dapat menggunakan AI untuk mencari alternatif aktivitas pembelajaran.
Pemilik UMKM dapat meminta bantuan AI untuk mengembangkan ide promosi.
Seorang staf dapat menggunakan AI untuk membantu membuat draft dokumen.
Artinya, perubahan terbesar mungkin bukan pada jenis pekerjaan, melainkan pada cara pekerjaan tersebut dilakukan.
Belajar AI Surakarta Tidak Harus Dimulai dari Teknologi Rumit
Ada anggapan bahwa belajar Artificial Intelligence harus memahami coding terlebih dahulu.
Untuk sebagian bidang, memang demikian.
Tetapi untuk pengguna profesional, bisnis, pendidikan, marketing, dan UMKM, pembelajaran dapat dimulai dari sisi yang jauh lebih praktis.
Misalnya:
- Bagaimana menggunakan Generative AI.
- Bagaimana membuat prompt.
- Bagaimana melakukan brainstorming dengan AI.
- Bagaimana menggunakan AI untuk pekerjaan administratif.
- Bagaimana menggunakan AI untuk marketing.
- Bagaimana membangun workflow.
- Bagaimana memeriksa hasil AI.
- Bagaimana menjaga keamanan data.
Dengan pendekatan tersebut, Belajar AI Surakarta dapat diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Dari “Tahu AI” Menjadi “Bisa Memakai AI”
Ada perbedaan besar antara mengetahui bahwa AI ada dengan benar-benar mampu menggunakannya.
Seseorang bisa saja mengetahui berbagai nama tools AI.
Tetapi ketika diberikan sebuah masalah nyata, ia belum tentu tahu harus mulai dari mana.
Karena itu, proses pembelajaran dapat menggunakan pola sederhana:
Masalah
Apa yang ingin diselesaikan?
↓
Tujuan
Apa hasil yang ingin dicapai?
↓
Konteks
Informasi apa yang perlu diberikan kepada AI?
↓
Prompt
Bagaimana instruksi diberikan?
↓
Output
Apa yang dihasilkan AI?
↓
Evaluasi
Apakah hasilnya benar dan relevan?
↓
Implementasi
Bagaimana hasil tersebut digunakan?
Inilah perbedaan antara sekadar mencoba AI dan membangun kemampuan menggunakan AI.
Pelatihan AI Surakarta Berbasis Studi Kasus
Program Pelatihan AI Surakarta dapat dibuat lebih interaktif dengan menggunakan studi kasus yang dekat dengan aktivitas peserta.
Misalnya peserta dari dunia bisnis.
Daripada hanya diberi teori tentang Generative AI, mereka dapat mengerjakan sebuah kasus:
Sebuah bisnis ingin meningkatkan produktivitas marketing tanpa menambah jumlah tim.
Peserta kemudian diminta memetakan:
Research → Strategy → Content → Distribution → Evaluation
Setelah itu, AI ditempatkan pada bagian yang memang bisa dibantu.
Peserta tidak hanya belajar “cara menggunakan AI”.
Mereka belajar cara menemukan peluang penggunaan AI.
Materi Narasumber AI Surakarta
Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara.
Namun beberapa topik berikut dapat menjadi bagian dari program.
1. Fundamental Artificial Intelligence
Peserta diperkenalkan dengan konsep dasar AI.
Materi dapat mencakup:
- Artificial Intelligence.
- Machine Learning.
- Generative AI.
- Large Language Model.
- Computer Vision.
- AI Automation.
- Perkembangan AI dan dunia kerja.
Bahasannya dapat dibuat dengan pendekatan praktis sehingga mudah dipahami peserta non-IT.
2. Generative AI
Generative AI memungkinkan pengguna menghasilkan berbagai bentuk output.
Misalnya:
- Teks.
- Gambar.
- Ide.
- Presentasi.
- Audio.
- Video.
- Ringkasan.
- Kode.
Tetapi satu prinsip harus selalu dibawa:
AI menghasilkan output, manusia memberikan judgment.
Karena itu, peserta juga perlu memahami cara melakukan review dan verifikasi.
3. Prompt Engineering
Prompt engineering bukan sekadar membuat pertanyaan panjang.
Yang lebih penting adalah kemampuan memberikan konteks yang tepat.
Struktur prompt dapat dibuat dengan pola:
Role
Siapa AI harus berperan?
Context
Apa situasinya?
Objective
Apa tujuan yang ingin dicapai?
Instruction
Apa yang harus dikerjakan?
Constraint
Apa batasannya?
Output
Dalam format apa hasilnya dibutuhkan?
Struktur tersebut membantu peserta berpikir lebih sistematis ketika berinteraksi dengan AI.
4. AI Productivity
AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan yang berulang dan membutuhkan waktu.
Contohnya:
- Membuat draft.
- Menyusun outline.
- Merangkum informasi.
- Brainstorming.
- Menyusun checklist.
- Membuat struktur presentasi.
- Mengembangkan ide.
- Membantu dokumentasi.
Namun AI sebaiknya digunakan sebagai co-pilot, bukan sebagai pengambil keputusan utama.
AI untuk Digital Marketing
Surakarta memiliki ekosistem bisnis yang beragam.
Mulai dari kuliner, fashion, kerajinan, jasa, pariwisata, pendidikan, hingga berbagai bisnis kreatif.
AI dapat digunakan untuk membantu proses marketing.
Riset Audience
Mengembangkan pertanyaan mengenai kebutuhan calon pelanggan.
Content Planning
Menyusun ide dan content pillar.
Copywriting
Mengembangkan beberapa alternatif pesan pemasaran.
Script
Membantu membuat struktur video pendek.
Campaign
Brainstorming konsep promosi.
Evaluation
Membantu membaca data dan mengembangkan pertanyaan analisis.
AI memang dapat mempercepat produksi.
Tetapi strategi tetap harus berasal dari pemahaman terhadap customer dan bisnis.
AI untuk UMKM Surakarta
Bagi UMKM, penggunaan AI tidak harus mahal atau rumit.
Misalnya seorang pengusaha memiliki produk lokal yang bagus, tetapi kesulitan mengkomunikasikannya di media sosial.
Workflow yang bisa dikembangkan:
Produk
↓
Customer
↓
Masalah Customer
↓
Value Proposition
↓
Content Idea
↓
Copywriting
↓
Content Production
↓
Promotion
↓
Evaluation
AI dapat membantu beberapa tahapan tersebut.
Dengan demikian, teknologi digunakan berdasarkan kebutuhan bisnis.
Bukan sekadar mengikuti tren.
AI untuk Sekolah dan Perguruan Tinggi
Dunia pendidikan juga perlu merespons perkembangan AI.
Guru dan dosen dapat memanfaatkan AI untuk membantu:
- Menyusun materi.
- Membuat studi kasus.
- Mengembangkan pertanyaan.
- Membuat aktivitas pembelajaran.
- Mencari alternatif metode penyampaian.
- Menyusun draft bahan ajar.
Sementara siswa dan mahasiswa perlu belajar bagaimana menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Bukan sekadar:
“Tanyakan kepada AI.”
Tetapi:
“Gunakan AI untuk membantu memahami, kemudian gunakan kemampuan berpikirmu untuk menilai.”
AI untuk Guru: Mempercepat Persiapan, Bukan Menggantikan Peran Guru
Guru tetap memiliki peran yang tidak dapat digantikan hanya dengan sebuah prompt.
Guru memahami:
- Karakter peserta didik.
- Kondisi kelas.
- Tingkat pemahaman siswa.
- Budaya sekolah.
- Tujuan pembelajaran.
AI dapat membantu membuat draft.
Tetapi guru yang menentukan apakah draft tersebut relevan.
Karena itu, pemanfaatan AI di pendidikan sebaiknya berorientasi pada augmentation, bukan sekadar automation.
Trainer AI Surakarta untuk Berbagai Kebutuhan
Kebutuhan setiap peserta tidak sama.
Karena itu, seorang Trainer AI Surakarta perlu mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran.
Untuk siswa
Bahasa sederhana, interaktif, dan berbasis eksperimen.
Untuk guru
Fokus pada pembelajaran dan produktivitas.
Untuk UMKM
Fokus pada bisnis, konten, marketing, dan penjualan.
Untuk marketer
Fokus pada customer, campaign, content, dan analytics.
Untuk perusahaan
Fokus pada productivity dan workflow.
Untuk pimpinan
Fokus pada strategi, peluang, risiko, dan adopsi AI.
Dengan pendekatan tersebut, materi tidak menjadi satu paket yang dipaksakan kepada semua peserta.
AI Workflow Lebih Penting daripada Menghafal Tools
Tools AI terus berubah.
Hari ini populer.
Beberapa bulan kemudian bisa saja muncul teknologi baru.
Karena itu, jangan membangun kemampuan hanya berdasarkan hafalan nama aplikasi.
Bangun kemampuan berdasarkan workflow.
Contoh:
Identify
↓
Analyze
↓
Generate
↓
Review
↓
Improve
↓
Implement
Jika tools berubah, workflow tetap dapat digunakan.
Critical Thinking di Era Artificial Intelligence
Ada satu kemampuan yang justru semakin penting ketika AI semakin pintar:
Critical thinking.
AI dapat memberikan jawaban yang terlihat meyakinkan.
Tetapi pengguna harus tetap bertanya:
- Apakah jawabannya benar?
- Apa sumber informasinya?
- Apakah konteksnya sesuai?
- Apakah ada informasi yang terlewat?
- Apakah datanya masih relevan?
- Apakah keputusan berdasarkan jawaban tersebut aman?
Kemampuan tersebut akan menjadi bagian penting dari AI literacy.
Keamanan Data Tidak Boleh Dilupakan
Penggunaan AI juga perlu memperhatikan keamanan.
Jangan sembarangan memasukkan informasi sensitif ke platform AI.
Terutama:
- Password.
- Data pribadi.
- Data pelanggan.
- Data keuangan.
- Dokumen internal.
- Informasi rahasia.
- Data perusahaan.
Produktivitas memang penting.
Tetapi keamanan tetap harus menjadi bagian dari proses.
Portofolio Randy Rahman Hussen
Randy Rahman Hussen merupakan narasumber, trainer, praktisi digital marketing, content creator, mentor, dan asesor kompetensi.
Bidang yang ditekuni meliputi:
- Artificial Intelligence.
- Digital Marketing.
- SEO.
- Social Media Marketing.
- Content Marketing.
- Digital Selling.
- Affiliate Marketing.
- Marketing Analytics.
- Personal Branding.
- Content Creation.
- Pendampingan UMKM.
- Pendidikan dan pelatihan.
- Pengembangan kompetensi Bisnis Digital.
Randy Rahman Hussen juga tersertifikasi BNSP dalam kompetensi Digital Marketing dan memiliki pengalaman sebagai asesor kompetensi.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar untuk menghubungkan pemanfaatan AI dengan kebutuhan praktis di bidang marketing, bisnis, pendidikan, content creation, dan produktivitas kerja.
Pilihan Kegiatan AI di Surakarta
Program dapat dikembangkan menjadi beberapa bentuk.
Seminar Artificial Intelligence
Untuk memperkenalkan AI dan dampaknya terhadap pekerjaan.
Workshop AI
Peserta lebih banyak melakukan praktik.
Pelatihan AI
Program lebih terstruktur dari dasar sampai implementasi.
AI untuk Digital Marketing
Fokus pada penggunaan AI dalam marketing dan content creation.
AI untuk UMKM
Membantu pelaku usaha menemukan use case AI yang realistis.
AI untuk Pendidikan
Untuk sekolah, kampus, guru, dosen, siswa, dan mahasiswa.
AI untuk Perusahaan
Program in-house yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Siapa yang Cocok Mengikuti?
Program Belajar AI Surakarta dapat dirancang untuk:
- Siswa SMA/SMK.
- Mahasiswa.
- Guru.
- Dosen.
- Pengusaha.
- UMKM.
- Content creator.
- Digital marketer.
- Marketing staff.
- Profesional.
- Perusahaan.
- Instansi.
- Komunitas.
Peserta tidak harus mempunyai latar belakang IT.
Materi dapat dimulai dari tingkat dasar dan dikembangkan sesuai kebutuhan.
Target Pelatihan Bukan Sekadar “Paham”
Pelatihan yang baik seharusnya menghasilkan sesuatu.
Karena itu, peserta dapat diarahkan menghasilkan:
- Prompt library.
- Template prompt.
- AI workflow.
- Content plan.
- Marketing use case.
- Business use case.
- Mini project.
- SOP penggunaan AI.
- Rencana implementasi AI.
Dengan begitu, setelah kegiatan selesai peserta tidak hanya membawa catatan.
Mereka membawa sesuatu yang bisa dicoba.
Mengapa AI Perlu Dipelajari Sekarang?
Tidak ada yang tahu secara pasti seperti apa bentuk dunia kerja beberapa tahun ke depan.
Namun satu hal terlihat jelas:
cara manusia bekerja sedang berubah.
Karena itu, menunggu sampai perubahan selesai bukan strategi yang ideal.
Lebih baik mulai dari sekarang.
Tidak harus langsung menguasai semuanya.
Pilih satu pekerjaan.
Cari satu masalah.
Gunakan AI.
Ukur hasilnya.
Kemudian perbaiki.
Dari proses kecil tersebut, kemampuan akan berkembang.
Hubungi Narasumber AI Surakarta
Jika Anda sedang mencari Narasumber AI Surakarta, Trainer AI Surakarta, atau ingin menyelenggarakan Belajar AI Surakarta dan Pelatihan AI Surakarta, materi dapat disesuaikan dengan karakter peserta dan kebutuhan kegiatan.
Program dapat diselenggarakan untuk:
Sekolah • Kampus • UMKM • Perusahaan • Instansi • Komunitas
📱 Konsultasi & Booking
Kebutuhan program dapat dibicarakan berdasarkan:
- Jumlah peserta.
- Durasi kegiatan.
- Level peserta.
- Tema.
- Bidang pekerjaan.
- Tujuan kegiatan.
- Output yang diharapkan.
FAQ Narasumber AI Surakarta
Apa itu Narasumber AI Surakarta?
Narasumber AI Surakarta adalah praktisi atau profesional yang memberikan edukasi, seminar, workshop, dan pelatihan mengenai Artificial Intelligence serta penerapannya dalam pekerjaan, bisnis, pendidikan, dan berbagai bidang lainnya.
Apakah Belajar AI Surakarta cocok untuk pemula?
Cocok. Materi dapat dimulai dari pengenalan AI, Generative AI, prompt engineering, hingga praktik penggunaan AI sesuai kebutuhan peserta.
Apakah harus bisa coding?
Tidak selalu. Program dapat difokuskan pada AI literacy, Generative AI, prompt engineering, productivity, marketing, pendidikan, dan workflow tanpa memulai dari pemrograman.
Apa yang dipelajari dalam Pelatihan AI Surakarta?
Materi dapat mencakup fundamental AI, Generative AI, prompt engineering, AI productivity, AI marketing, AI untuk UMKM, AI untuk pendidikan, AI workflow, critical thinking, serta keamanan data.
Apakah Trainer AI Surakarta dapat mengisi kegiatan sekolah?
Bisa. Materi dapat disesuaikan untuk siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
Apakah AI dapat digunakan untuk digital marketing?
Ya. AI dapat membantu proses riset, ideasi, content planning, copywriting, pembuatan script, campaign brainstorming, hingga evaluasi.
Apakah pelatihan dapat dilakukan untuk perusahaan?
Bisa. Materi dapat dikembangkan menjadi in-house training berdasarkan kebutuhan dan workflow perusahaan.
Apakah Randy Rahman Hussen memiliki sertifikasi?
Ya. Randy Rahman Hussen tersertifikasi BNSP dalam kompetensi Digital Marketing dan memiliki pengalaman sebagai asesor kompetensi, trainer, narasumber, serta praktisi digital marketing.
Kesimpulan
Artificial Intelligence bukan sekadar teknologi baru yang perlu diketahui.
AI sedang mengubah cara manusia menyelesaikan pekerjaan.
Karena itu, kemampuan yang perlu dibangun bukan hanya kemampuan menggunakan tools, tetapi kemampuan untuk:
Mengidentifikasi masalah → Menentukan tujuan → Memberikan konteks → Menggunakan AI → Memeriksa hasil → Mengimplementasikan.
Melalui Narasumber AI Surakarta, kegiatan dapat diarahkan agar peserta memahami AI secara lebih praktis dan relevan.
Baik untuk Belajar AI Surakarta, Pelatihan AI Surakarta, maupun menghadirkan Trainer AI Surakarta, materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, kampus, UMKM, perusahaan, instansi, dan komunitas.



